Jawab..!
Secara garis besar SDLC dibagi menjadi 5 fase, yaitu :
Secara garis besar SDLC dibagi menjadi 5 fase, yaitu :
Penjelasan fase diatas akan kita bahas. berikut penjelasannya.
1. Fase Planning
1.a. Review project request
§ Menyadari masalah
§ Menyeleksi kebutuhan user dari proses identifikasi
dengan melihat kapasitas teknologi dan efisiensi.
1.b. Prioritize project requests
§ Memprioritaskan apa yang sudah disepakati terlebih
dahulu.
§ Kebutuhan sistem (kontrak dengan klien)
1.c. Allocate resources
§ Alokasi sumber daya adalah penjadwalan kegiatan dan
sumber daya yang dibutuhkan oleh
kegiatan-kegiatan saat mengambil, mempertimbangkan baik ketersediaan sumber
daya dan waktu proyek.
1.d. Indetify project development team
§ Mengidentifikasi kebutuhan fungsional dan non
fungsional.
o
Non fungsional: sistem
bisa menjadi tidak digunakan jika tidak dipenuhi.
§ Menggunakan CASE (Computer Aided Software
Engineering) tools, bahas pemrograman tertentu dan menggunakan bahasa tertentu.
§ Kebutuhan dokumen dan perangkat lunak (developer)
2. Fase Analysis
2.a. Conduct preliminary investigation
§ Melihat kembali kebutuhan, keperluan, dan
penggunaan apa saja yang akan diperlukan pada sistem yang akan dibangun.
2.b. Perform detailed analysis activities:
§ Mengkonsolidasi dan menegaskan kebutuhan bisnis,
§ Melaksanakan proyek infrastruktur manajemen
termasuk persyaratan, konfigurasi, dan layanan data dukungan manajemen dan
unilitas.
§ Merevisi rencana untuk mendokumentasikan perubahan
lingkup proyek termasuk perubahan bisnis, jadwal, dan persyaratan teknis.
§ Merevisi rencana untuk merekomendasikan perubahan
dalam sumber daya yang tersedia termasuk anggaran, keterampilan, staf, dan
pelatihan,
§ Mengidentifikasi akuisi data, konversi, dan
strategi validasi,
§ Menyempurnakan arsitektur teknis dan membangun prototype
arsitektur.
§ Mengidentifikasikan dan menyempurnakan persyaratan
rinci dan mengalokasikan kebutuhan untuk merancang.
Study
current system
o
Suatu tinjauan sekilas
pada faktor-faktor utama yang akan mempengaruhi kemampuan sistem untuk mencapai
tujuan yang diinginkan.
Determine
user requirements
o
Mendidik peserta dan
pemakainya,
o
Mengklompokkan
pengguna, tugasnya, teknis lingkungannya, lingkungan fisik maupun organisasi
apa yang akan menggunakan sistem ini.
o
Audit sistem, yaitu
merupakan postimplamentation review untuk memastikan keriteria kinerja
terpenuhi
o
Pemeliharaan
sistem(maintenance):
a.
memperbaiki kesalahan,
yaitu kesalahan yang tidak ditemui pada saat testing (tahap penerapan)
b.
menjaga kemutakhiran
sistem, yaitu misal pembaharuan rumus-rumus perhitungan yang berubah
c.
meningkatkan sistem
Recommended
solution
o
Menyiapakan usulan
solusi. Dilakukan oleh analis.
o
Menyetujui atau menolak
rancangan dilakukan oleh manager
o
Mengidentifikasi
berbagai alternatif sistem, yaitu memikirkan kombinasi piranti yang mungkin
dipakai, diikutsertakan dengan penghapusan kombinasi yang dirasa tidak
kompetibel atau tidak layak.
3. Fase Disign
Setiap manajemen didisain pada jaringan komputer
dimana setiap karyawan atau perusahaan yang memakai memiliki workstation. Dan
fase ini berisi faktor-faktor yang sangat penting yang nantinya mempengaruhi
kualitas perangkat lunak, dan memiliki dampak yang besar pada tahap
selanjutnya, khususnya pengujian dan pemeliharan.
3.a. Acquire hadware and software, if necessary
§ Hadware dan software aplikasi yang berjalan untuk
mengakses server database jika diperlukan
3.b. Develop details of system
§ Desain yang detail menggambarkan bagaimana sistem
informasi yang diusulkan mampu memberikan kapabilitas yang digambarkan secara
umum dalam desain awal.
§ Menulis laporan, semua pekerjaan dala desain awal
dan desain yang detail akan dikemas dalam laporan yang terperinci. Anda bisa
melakukan persentasi atau diskusi saat menyerahkan laporan ini kepada manajemen
senior.
4. Fase Implementasi
kegiatan memperoleh dan mengintegrasikan sumber
daya fisik dan konseptual yang mengahasilkan suatu sistem yang bekerja.
4.a. Develop programs, if necessary
§ Saat program sudah jadi diusulkan jika perlu
program yang sudah jadi tersebut dapat dikembangkan kembali agar apa yang sudah
didapat bisa lebih optimal kinerjanya.
4.b. Install and new system
§ Proses menghentikan sistem lama untuk beralih ke
sistem baru disebut cutover, dan ada 4 pendekatan dasar :
o
Pilot (percontohan).
Mencobakan suatu sistem percobaan yang diterapkan pada satu subset dari keseluruhan operasi
Mencobakan suatu sistem percobaan yang diterapkan pada satu subset dari keseluruhan operasi
o
Serrentak (Immediate).
langsung beralih dari sistem lama ke sistem baru secara bersamaan (keseluruhan). Ini cukup riskan sehingga cocok untuk perusahaan skala kecil
langsung beralih dari sistem lama ke sistem baru secara bersamaan (keseluruhan). Ini cukup riskan sehingga cocok untuk perusahaan skala kecil
o
Bartahap (Phased).
Cutover dilakukan pada suatu bagian/subsistem untuk suatu waktu, selanjutnya beralih atau bertambah untuk subsistem yang lain. Ini lebih populer untuk perusahaan skala besar.
Cutover dilakukan pada suatu bagian/subsistem untuk suatu waktu, selanjutnya beralih atau bertambah untuk subsistem yang lain. Ini lebih populer untuk perusahaan skala besar.
o
Paralel.
Dengan tidak meninggalkan sistem yang lama sistem baru mulai dipergunakan untuk duji sampai sistem baru dinyatakan selesai diuji. Pendekatan ini paling aman tetapi juga paling mahal
Dengan tidak meninggalkan sistem yang lama sistem baru mulai dipergunakan untuk duji sampai sistem baru dinyatakan selesai diuji. Pendekatan ini paling aman tetapi juga paling mahal
4.c. Trains user
§ Melatih pengguna, ada banyak piranti yang bisa
digunakan membuat pengguna mengenal sistem yang baru dengan baik. Dari
dokumentasi hingga video tape hinga pelatihan di ruang kelas secara langsung
ataupun tidak langsung.
4.d. Convert to new system
§ Konversi ke sistem yang baru, proses transisi dari
sistem informasi yang lama ke yang baru, melibatkan konversi perangkat keras,
perangkat lunak, dan file.
Ada 4
strategi untuk melakukan konversi, yaitu:
a.
Implementasi langsung :
pengguna hanya berhenti menggunakan sistem yang lama dan mulai menggunakan yang
baru.
b.
Implementasi paralel :
sistem lama dan sistem yang baru berjalan berdampingan sampai sistem yang baru
menunjukan keandalannya disaat sistem yang lama tidak berfungsi lagi.
c.
Implementasi bertahap :
baian-bagian dari sistem baru dibuat dalam fase terpisah. Entah waktu yang
berbeda (paralel) atau sekaligus dalam kelompok-kelompok (langsung).
d.
Implementasi pilot :
seluruh sistem dicoba, namun hanya oleh beberapa pengguna. Setelah kendalanya
terbukti barulah sistem bisa diimplementasikan pada pengguna lainnya.
5. Fase Support
menyediakan dukungan pengguna dan membantu mereka
mendapatkan nilai maksimal dari sistem baru.
5.a. Conduct post-implementation system review
§ Mengidentifikasi kelayakan sistem yang akan
digunakan agar mendapatkan nilai yang maksimal dari sistem yang baru.
5.b. Indentify errors and enhancements
§ Mengidentifikasi kesalahan dan Dukungan pengguna
tambahan disediakan, sebagai kegiatan yang sedang berlangsung, untuk membantu
menyelesaikan masalah yang dilaporkan.
5.c. Monitor system perfomence
§ Memonitor system ialah menyesuaikan dan
meningkatkan system dengan cara melakukan audit dan evaluasi secara periodic
dan dengan membuat perubahan berdasarkan kondisi-kondisi baru. Meskipun
pengonversian sudah lengkap, bahkan pengguna sudah dilatih, system tidak bisa
berjalan dengan sendirinya. Inilah tahap dimana system harus dimonitor untuk
memastikan bahwa system itu berhasil. Pemeliharaan tidak hanya menjaga agar
mesin tetap berjalan, namun juga meng-upgrade dan meng-update system agar bisa
mengikuti perkembangan produk, jasa, layanan, peraturan pemerintah, dan
ketentuan lain yang baru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar